Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Kolase dalam Renjana Biru

Disaksikan senja yang sebentar lagi berubah jadi gelap, bersamaan dengan burung-burung yang pulang ke sarangnya, ia pun tercengang. Dilihatnya wajah biru ibu dan ayahnya yang tak bisa lagi mempertahankan genggaman pada lengannya. Cairan merah yang mengalir dari dahinya tak kental lagi karena bercampur oleh air mata penyesalan. Ia tatap mata kedua orang tuanya yang terpejam, ia usap rambut kedua orang tuanya yang kini bersimbah darah. Pandangannya pudar, seketika pula dia tertunduk. Pilu. Lama ia merangkai keping-keping peristiwa yang ia lalui sore itu. Sebagai bocah 6 tahun yang baru mulai bersekolah, kejadian mengerikan itu bagai tumpahan tinta hitam pada lukisan gambar pelangi kesukaannya, yang ia banggakan di hadapan ibu dan ayahnya saat malam sebelum berangkat tidur. Perlahan ia mendongak, tatapan sucinya kini berubah murka. Ia bukan lagi bocah polos yang hanya mengagumi cerita kesatria baik hati seperti dongeng yang selalu dibacakan ibunya setiap malam. Ia memandang l...