Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Padahal Hampir Sembuh

Dingin, sepi, dan kepergian mentari. Tiga hal yang menjadikan malam semakin menyulut adegan-adegan menyebalkan di masa lalu.  Suasana hati beserta dukungan semesta menghukumku hari ini.  Padahal sudah hampir sembuh, tapi terlalu keras kepala untuk menggaruk-garuk dan mengelupas bekas luka yang telah kering itu. Alhasil apa? Lukanya datang lagi, berdarah lagi.. dan susah payah cari obatnya lagi.  Benar memang, sesuatu yang bukan milikku tentu sampai kapanpun tetap tidak bisa menjadi milikku. Entah salah semesta atau mungkin salahku sendiri yang menjadikan cerita kita serumit ini.  Menyesal? Ya, tentu saja sering muncul di kepala. Pertemuan-pertemuan yang seharusnya tidak usah terjadi sejak awal, obrolan basa-basi yang tidak usah terlalu asik, dan kenyamanan itu jangan sampai muncul. Kalau sudah begini, ya bisa di tebak hasilnya apa? Harapan-harapan muncul, ekspektasi berlalu lalang, imajinasi-imajinasi berhamburan. Salahnya siapa? Terlalu memakai hati sih? Tarlalu dal...