Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Ini Aku

aku memang bukan manusia berambisi aku bukan pula pengejar reputasi aku hanya sebuah ilusi manusia sederhana pengejar mimpi berulang kali kau temukan sebagai penari mencoba meraih hati yang enggan kemari dalam setiap isi kuakan terus mendaki tuk buktikan bahwa rasaku sejati

Ending

dalam balutan senja sore itu kau buatku tertegun oleh tatapmu hingga ku tak ingin menghentikanmu tuk tetap tenang berada di sampingku begitu sunyi kala itu hanya debar jantung yang terus beradu apakah cinta telah bertamu? pada dua hati yang akhirnya bersatu

Note

kumulai perjalanan dari sampul bukuku tersusun rapi kalimat tentangmu kutulis segala kisahku yang pasti terselip dirimu lembar per lembar saling menyatu saat kamu berdiri di depan pintu menjabat lembut tanganku tersebut pertama kali namamu kupanggil kau biru pemburu senyum masa lalu lambat laun menyerap abu dan melebur satu menjadi catatan kesukaanku

Monokrom

saat ku berjalan di ruang tanpa warna melata dan tak tau arah kanan kiri hanya hitam dan putih monokrom. tak ada sekat, tak ada ujung, tak ada pula jalan keluar. kuhanya percaya intuisi berjalan dan terus berjalan kupandang terus ke depan hanya tuk mencari satu benda sebuah hati. yang tak tau apakah ku akan bertemu tapi ku terus mengalir seperti air sungai yang tak pernah tau kapan sampai hingga suatu saat kuberhenti bukan menyerah tapi karena lelah

Jatuh Cinta

cinta itu tak tau kapan datangnya seperti apa kata pujangga yang sering didengar banyak orang rasa itu muncul tak seperti tamu ia bagaikan pencuri ia bagaikan perampok yang tak pernah ijin tuk mengambil bukan harta bukan benda ia hanya mengambil hati sebuah benda pengendali segala jika ia berhasil membawanya pergi kau akan mati mati karena jatuh yang indah mereka biasa menyebutnya jatuh cinta

Bukan Tentang Kamu

bukan kamu yang membuatku  takut saat aku menyadari kau tak lagi disisiku ketika hatimu telah terisi hal baru dan saat bayangku tak lagi padamu bukan kamu yang membuatku tersipu saat tangan lembut mendekap wajahku ketika jemarimu membelai pipiku dan saat usapan hangatmu menggetarkanku bukan kamu yang membuatku menangis saat di lenganmu terselip tangan lain ketika matamu menatap lembut sosok lain dan saat aku hanya bisa melihat dari kejauhan bukan kamu yang membuatku tertawa saat leluconmu terlontar kala itu ketika tawa lepasmu terdengar bahagia dan saat aku dan kamu tertawa bersama inikah aku dan itukah dia? kini ku terjebak di sana sendiri penuh bimbang menanti penuh dilema