Aku Berbohong Lagi
Menjelang senja aku kembali pada rutinitas yang sebenarnya membuang-buang waktu. Aku biasa menyebutnya rebahan, posisi paling nyaman ketika sejak pagi sudah disuguhkan dengan aktivitas dan kalimat-kalimat yang melelahkan. Walaupun begitu, rebahan selalu memberi banyak pembelajaran. Sambil bercengkerama dengan bantal guling serta selimut hangat, ditemani hujan gerimis yang terdengar di luar jendela. Bayangan-bayangan tentang masa lalu mulai berseliweran. Kata demi kata saling bersautan di dalam kepalaku, peristiwa-peristiwa mulai menusuk kembali hatiku. Bagaimana tidak? Sesuatu yang selama ini kusembunyikan, akhirnya keluar juga. Setelah kebiasaan berganti topeng setiap hari, kini aku kembali terpojokkan oleh kenangan pahit yang harusnya sudah tak kubawa lagi. Sesuatu yang klise, tentang jatuh cinta dengan sahabat. Membosankan memang, karena banyak sekali yang meributkan. Tapi, apa boleh buat? Yang sekarang sedang kembali menggangguku adalah hal menyebalkan itu. Ya, dia ada...