Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Kolase dalam Renjana Biru

Disaksikan senja yang sebentar lagi berubah jadi gelap, bersamaan dengan burung-burung yang pulang ke sarangnya, ia pun tercengang. Dilihatnya wajah biru ibu dan ayahnya yang tak bisa lagi mempertahankan genggaman pada lengannya. Cairan merah yang mengalir dari dahinya tak kental lagi karena bercampur oleh air mata penyesalan. Ia tatap mata kedua orang tuanya yang terpejam, ia usap rambut kedua orang tuanya yang kini bersimbah darah. Pandangannya pudar, seketika pula dia tertunduk. Pilu. Lama ia merangkai keping-keping peristiwa yang ia lalui sore itu. Sebagai bocah 6 tahun yang baru mulai bersekolah, kejadian mengerikan itu bagai tumpahan tinta hitam pada lukisan gambar pelangi kesukaannya, yang ia banggakan di hadapan ibu dan ayahnya saat malam sebelum berangkat tidur. Perlahan ia mendongak, tatapan sucinya kini berubah murka. Ia bukan lagi bocah polos yang hanya mengagumi cerita kesatria baik hati seperti dongeng yang selalu dibacakan ibunya setiap malam. Ia memandang l...

Senandika

Pertama kali aku melihatmu, aku tak pernah menyangka akan sedekat ini. Berhari-hari kita berada di tempat dan waktu yang sama. Melakukan kegiatan yang sama. Tapi tak pernah sekalipun berbincang. Hingga waktu mulai jengah dan mencoba memaksa kita untuk saling menyapa. Berawal dari candaan yang kamu ciptakan, aku tertawa lepas tanpa peduli kedekatan yang tercipta. Dan waktu masih terus mempererat kita agar semakin menciptakan kenangan bahagia.  Maka hampir setiap hari, aku dan kamu tak pernah untuk saling diam. Kita yang sama-sama berisik membuat segala suasana tak lagi sepi. Ejekanmu yang menyebalkan, malah membuatku selalu ketagihan. Kita masih sebatas teman, tapi aku mulai nyaman. Tapi tak sedikitpun aku berharap lebih padamu, karena aku tau sejak awal siapa dirimu. Aku hanya bahagia jika bersamamu, bercanda denganmu dan tertawa bersama. Kamu juga begitu, selalu baik denganku seolah aku adik kecilmu. Suatu hari kita pergi bersama, menikmati waktu yang kamu bilang itu ...

Entah Rindu atau Rela

Cukup sampai di sini saja kisahnya.  Jangan meminta lagi tentang rasa.  Karena semua sudah tak ada. Kini tinggal masing-masing mengukir cerita. Berbeda tentu saja. Dan untuk orang yang tak sama. Karena kini waktu mulai bicara. Pada embus angin yang rela. Di balik gunung ini, kisah kita mulai berawal. Dan kuingin, kisahnya tak akan berakhir. Tapi takdir berkata lain. Hingga hari ini pun datang, hari dimana semua kisah harus diakhiri. Tapi satu yang harus kamu ketahui disini ada hati yang selalu bersamamu. Dan mulai sekarang, biarkan waktu yang meneruskan bagiannya. Andai saja waktu dapat aku putar kembali, aku ingin kisah ini takkan pernah berakhir secepat ini, walaupun harus berakhir biarlah berakhir dengan semestinya. Sudah banyak kisah yang telah dilalui, sekarang giliranku untuk mengenang cerita ini. Kisah yang dimana kau dan aku hampir menjadi KITA. Karena hati itu dipilih, bukan memilih. Bertahan atau m...

Petrikor

Tak kulihat senja hari ini, hanya semilir angin dingin dan langit kelabu. Bersama secangkir teh hangat di tangan kananku, aku melamun. Membayangkan kisah sedih di masa lalu, berbagai adegan menyakitkan saling beradu. Lalu tanpa ucapan salam, gerimis datang perlahan. Membantu menciptakan suasana patah hati yang tak terbendung. Tapi aku suka aroma ini, aroma yang khas dan menenangkan. Petrikor. Aroma hujan. Yang kini mengantarku pada kenangan bersamanya. "Kenapa kau suka keluar saat hujan?" katanya setelah melihatku berlari menuju teras saat gerimis datang. Dia hanya diam sambil ikut menarik nafas bersamaku. Entah mengapa, bagiku aroma hujan adalah obat. Dia bisa mengobati segala luka yang aku rasakan, apapun itu.  "Apa kau masih suka aroma hujan?" tanyanya saat aku kembali berlari keluar saat hujan datang. Aku hanya mengangguk sambil menutup mata.  "Kalau kau harus memilih, kau pilih mana antara aku dan aroma hujan?" tanyanya sambil tersenyum me...

Ya!

sungguh... aku muak dengan ocehan serupa suara-suara kosong yang terus bersua seperti pertunjukan gulat, berdalih untuk menjadi kuat berpacu tuk jadi yang paling erat nyatanya... semua palsu tanpa jiwa hampa tanpa rasa yang ada hanya tawa... bukan bahagia bukan setia tapi olokan... bagi yang kau anggap pecundang ya!

Kopi Hitam

Asap kopi hitamku memenuhi ruangan mungil di perempatan jalan dekat lapangan sepak bola. Aku selalu menghabiskan malam hanya untuk bercengkerama dengan sekawanan kafein ini. Letih yang kuhadapi seharian langsung lenyap oleh tawa riangnya, aromanya yang khas mampu membawaku ke dalam sejuknya malam. Kini aku masih dalam rutinitas yang sama, sendiri menatap sisa-sisa adukan yang diciptakan oleh si pembuat. Di balik asap mengepul kopiku, aku melihat sosok yang tak biasa, rambut hitamnya menari di hempas angin malam. Di bawah remang lampu warung, aku mulai mencuri pandang padanya.  Dari tempatku berada, dapat kulihat samar warna kelabu kemejanya, dengan celana kain hitam dan sepatu cokelat tuanya. Ia duduk tenang, sambil menatap teduh layar ponselnya. Saat secangkir pesanannya datang, ia baru tersadar. Senyumnya yang seperti dipaksakan terlihat jelas dari meja tempatku berpijak. Kini dapat kulihat warna matanya, begitu gelap, segelap tatapan matanya. Walau kini ada sendu di sana...

Kalah dari Benda Mati

"Kadang benda mati yang memenangkan tempat di sisimu. Atau hewan kecil yang luput dari pandanganmu"  Lirik lagu Dee Lestari masih terdengar di sudut gelap kamarku. Sekarang masih pukul 6 pagi, masih terlalu dini untuk beranjak dari selimut tebalku. Apalagi hari ini tanggal merah, aku tidak harus buru-buru pergi ke kampus. Dan aku memang tidak ada acara apapun hari ini. Kecuali, nanti ada orang teralay sedunia mengganggu tidurku.  "Far.. ibu mau jenguk teman ayah di Rumah Sakit, kalau kamu sudah bangun segera sarapan. Ibu berangkat dulu" teriak ibu dari luar kamarku. "Hmmm..." jawabku dengan malas. Aku masih belum beranjak dari balik selimut ketika ponselku berbunyi. Dengan enggan aku meraih dan membukanya. Mataku langsung melotot ketika melihat nama yang tertera di layar ponselku. Aku tidak pernah membayangkan sedikitpun akan mendapat pesan darinya. Hati-hati aku membuka, hanya ada satu baris kalimat di sana.  "Dik, laporan di ...

DDMS part 2

hampir 24 jam aku habiskan waktu bersamamu bercanda tawa dan berbagi cerita kamu bagaikan pelita yang menerangi dalam gelap malamku kamu bagaikan angin yang menyejukkan nuraniku aku bahkan tak sampai hati untuk membohongimu aku mencintaimu. sungguh tapi aku tak berani mengatakan padamu dalam setiap detik yang kulalui bersamamu membangun banyak pengkhianatan banyak kebohongan datang silih berganti hanya karena hatiku mulai goyah karena ulahmu berkali-kali sudah aku maki diri ini mencari celah untuk lari darimu membuang semua pikirku tentangmu menepis semua rasa rindu saat aku tak bersamamu aku selalu takut menatap matamu kamu yang paling tau tentangku karena diam-diam mencintai sahabat sangat menyakitkan

DDMS

Diam-diam mencintai sahabat sendiri lebih menyakitkan dari diam-diam mencintai orang lain. Kita yang tak pernah saling menyembunyikan. Kita yang selalu jujur apa adanya. Kini terpaksa aku harus berbohong padamu. Wahai sahabat terkasihku. Aku mencintaimu walaupun aku tau seharusnya tidak aku lakukan. Entah, sudah berapa lama aku mencoba menepis semua perasaanku padamu. Mencoba menyadarkan diri bahwa aku dan kamu hanyalah sahabat. Tak lebih dan harusnya tak boleh lebih dari itu.  Sangat sulit menyembunyikan semua yang aku rasa. Karena kamu adalah orang yang paling mengertiku. Harus bagaimana lagi aku menyembunyikan perasaanku agar tak terlihat di matamu. Aku bersembunyi bukan karena aku tak punya waktu. Aku sangat punya waktu untuk mengungkapkan semua padamu. Semua perasaan yang selama ini ku pendam. Tapi aku takut, aku takut kamu pergi.  Aku takut kamu berubah karena pengakuanku. Tapi aku juga takut mengkhianatimu karena kebohongan yang ku lakukan. Ini sungguh membingun...

Cinta Bayangan

Diantara kalian pasti pernah merasakan cinta pada orang yang kalian tidak  tahu apakah ia juga mencintaimu. Biasanya  orang menyebutnya cinta dalam diam, yang membuat sang pelaku berperan sebagai penggemar rahasia. Kini aku menyebutnya cinta pada bayangan, kalian pasti tahu bagaimana wujud bayangan. Ia tidak akan pernah menyatu dengan kita. Begitulah cinta yang akan ku ceritakan kali ini. Mencintai seseorang yang bahkan tidak bisa kau sentuh wujudnya. Bukan karena kita berbeda alam, tapi karena ia bukanlah milikmu lagi. Sebuah cinta terlarang yang dapat menyebabkan pihak lain tersakiti hanya karena sebuah pengakuan. Memang sangat sakit mempertahankan perasaan yang kita tahu dengan baik tak akan pernah bisa terbalaskan. Tapi mengalah adalah yang lebih baik, karena hanya kamu yang tersakiti tanpa perlu orang lain juga merasakan. Terutama orang yang sangat kamu cintai.  Cinta Bayangan malam ini aku merindukanmu walau tak pernah sekalipun kau tahu bersama ai...

Kubiarkan Ia Tergores

Kadang kala dunia ini begitu menakutkan. Ketika sebagian orang tak pernah mengerti akan sesama. Mereka diciptakan dalam wujud sama, tak ada sedikitpun perbedaan. Tapi entah, banyak yang memilih untuk berada pada kelompok-kelompok tertentu. Mungkin baik jika kamu berada pada kelompok manusia yang saling peduli. Tapi bagaimana jika ada seseorang yang tak bisa diterima dikelompok manapun. Betapa sangat kesepiannya dia, hanya berteman kesendirian dan bercerita hanya pada tangisan. Betapa sangat jahatnya mereka-mereka yang membiarkan seseorang tak memiliki teman, hanya karena mereka berbeda. Entah mengapa mereka bisa mengetahui arti perbedaan, jika kita semua sebenarnya sama. Lalu apa yang memicu munculnya sebuah perbedaan? Ya. Itu hanya persepsi dari manusia sendiri. Kadang kala seseorang yang memiliki hobi dan kesukaan akan hal yang sama akan membentuk sebuah kelompok. Dan apabila ada seseorang yang hobi maupun kesukaan mereka bertentangan, maka tidak akan bisa masuk kelompok mereka. Tid...

Seruput Kisah Secangkir Kopi

ketika secangkir kopi mampu menyumbang kata dalam cerita mungkin pahitnya tak lagi terasa hanya serpihan indah mampu mengusir dahaga dalam gelapnya malam yang perpenjara dinginnya rindu dia pun berbicara di sela seruput hangatnya dan dengan hembus nafas yang terpatah-patah dia kembali bergumam menyebut nama seseorang, bukan yang biasa mereka dengar ini tentang pengalaman seorang penggemar dengan senjata bisu tanpa peluru membidik dengan diam, hanya berbekal keyakinan tapi dia tak pernah memaksa karena hanya dengan bersama, dia bahagia

Selamat Malam

malam ini aku ingin bercerita padamu, bukan tentang cinta atau tentang rindu malam ini aku ingin berbagi denganmu, bukan dengan hati dan kasihku malam ini aku ingin berkata padamu, bukan dalam suara atau dalam pesan malam ini aku ingin bersama denganmu, bukan dengan status atau dengan ikatan malam ini aku ingin berlari padamu, bukan mencari maupun menemuimu malam ini aku ingin bermimpi tentangmu, bukan hanya hari ini tapi banyak hari lagi malam ini aku ingin berucap padamu selamat malam dan semoga mimpi indah

#Dilan Rindu itu Berat

Bener kata Dilan.. Jangan rindu. Berat. Iya.. emang berat. Apalagi yang dirindukan sudah jadi milik orang. Tapi jangan pernah salahkan rindu, karena akan memberikan kesan yang lebih pada pertemuan yang dinantikan. Aku sedang rindu. Rindu pada teman? sahabat? atau hanya kenalan? teman dekat mungkin? tapi yang jelas pacar orang.. haha. Aku rindu berat. Pada polah tingkahnya, kekonyolannya, humornya, dan tawanya yang khas. Aku mungkin terlalu berharap, tapi entah mengapa aku merasa bukan hanya aku satu-satunya yang merindunya. Hatiku berkata dia juga rindu. Tapi mungkin sedikit. Tapi setidaknya rindu. Ya.. tak apalah.. Aku rindu. Tapi hanya bisa membaca history  percakapan yang nggak pernah jelas, dan nggak pernah membuatku bosan. Sebenarnya aku ingin mengiriminya pesan. Takut. Iya.. karena bisa jadi dia sedang bersama kekasihnya. Dari pada menghiraukan pesanku yang memang tidak untuk diprioritaskan lebih baik memandang senyum orang yang di cintainya. Banyak orang yang...

#Promise

"Tidak pernah kautahu kamu akan jatuh cinta dengan siapa. Tidak pernah kaumampu menebak kauakan memberi hatimu pada siapa. Karena teka-teki dari cinta seringkali memberi kejutan dan kejaiban yang sulit kamu bayangkan" __ #Promise @dwitasaridwita Seperti kutipan di atas, semua yang berhubungan dengan cinta tak bisa ditebak. Yang awalnya bahagia bisa jadi menyedihkan. Yang awalnya menyedihkan biasanya akhirnya bahagia. Bahkan ada pula yang menyakitkan dari awal hingga akhir. Entah, harus bagaimana lagi untuk mendeskripsikan cinta. Apalagi untuk cinta yang hanya diketahui dirinya dan Tuhan. Orang menyebutnya cinta dalam diam, ketika mengagumi tapi tak mengucapkan. Sangat sakit pastinya cinta yang seperti itu. Tapi tidak jarang juga bisa berakhir bahagia, ketika yang dikagumi ternyata juga menyimpan rasa. Ah.. betapa bahagianya..