Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Cinta Pertama

ketika perasaan yang belum pernah ia rasakan  mulai mengganggu setiap hembus napasnya   dan sesuatu yang indah pun menghampirinya  hingga menciptakan kebahagiaan yang tiada batas  namun itu hanya sesaat, karena cinta pertama sempat hilang dari pandangan

Tentang Kamu

kamu.. sosok nyata yang dulu pernah ada senyum manis menjadi teman rindu kata lembut yang meluluhkanku kamu.. sumber rasa yang kini membunuhku kekuatan dalam yang memutus kasihku kamu.. sahabat yang mampu robohkan hatiku sahabat yang membuatku jatuh selalu kamu.. orang yang membuatku berbohong padaku sihirmu membuatku terjebak candu alunan melodimu membuatku tak bisa berlalu

Puzzle

jatuh cinta itu kayak puzzle, kamu akan menggabungkan setiap kepingan kecil bersamanya. yang nantinya akan kamu jadikan kisah utuh tapi ketika salah satu kepingan puzzle itu hilang, kamu akan merasa sakit. karena kisah yang telah kamu ciptakan, ternyata tak sesuai harapan.

Lembar Tentangmu

Saat ini aku ingin mengingatmu. Mulai pertama aku mengenalmu hingga sekarang ketika aku mulai menanti pesanmu. Aku membuka lembar pertama, hari di mana aku melihatmu sebagai pria dingin yang tidak peduli apapun. Kamu membuatku penasaran waktu itu. Aku hanya memperhatikanmu saat waktu mempertemukan kita. Dan tanpa kusangka, setelah berjalannya hari. Kita ada di ruang yang sama. Aku duduk diam di depanmu. Aku mendengar tawamu bersama teman-temanmu. Aku seperti merasakan es yang cair kala itu. Sungguh, aku tak pernah menyangka kamu sehangat itu. Lalu aku membuka lembar demi lembar hariku. Tiba lah saat pertama kali kita bertegur sapa. Sangat canggung. Dan itupun ketika kamu bertanya tentang tugas.  Lalu kubuka lagi lembar selanjutnya. Di situ bagian yang sangat ingin selalu kuingat. Karena saat itu kita semakin dekat, dan bahkan bukan hanya tegur sapa, tapi kita saling bercanda. Entah, melihat tawa lepasmu membuatku bahagia. Dan aku bisa menjadi diriku saat bersamamu. Kit...

Maka Aku

maka aku kan memintamu tanpa paksa ingin bertemu ketika mendung menyapa hatiku dalam gelap kumenantimu bagai hari tanpa mentari rasa ini sepat tak bersari kumenghilang bak ironi lalu hancur di hempas merpati maka aku kan memintamu duduk diam dalam dekatku rasa takut selubung jiwaku tak ingin lagi mencarimu ijinkan aku menapak kembali setelah terbang dari bumi lemparkan saja ulur jemari agar kupergi dari sini maka aku kan memintamu bersama seluruh anganku jadilah penghias hidupku

Semestinya

saat aku melihat tatapanmu gejolak rasa memaksa beradu sampaikan salam pada kelabu membawa sesal sang lalu hati insan kini kelabu bagaikan api memakan abu kala rindu datang padaku seperti palu tancapkan paku dan kumasih membisu tak percaya kala denganmu seakan titipkan hati piluku akankah kamu mau? inilah rasa yang syahdu bercahaya menyebut namamu seakan ingin meminta hatimu tuk bersandar dekat padaku

Melawan Rasa

dan ku terpesona seketika oleh tatapan dari dirinya mengadu rasa seperti gelora tak mampu bertahan semestinya melamban bak melodi dilema menumpuk bahkan dalam senja melarikan hati kala terpenjara seperti rubah tak bersuara akulah pemilik hati manusia tumbuh sendiri seperti benda menjatuhkan hati pada dirinya berpegang erat pada semesta akankah ada rasa? bahkan ketika dirinya tiada masih tersisa tatap matanya kala malam sedang berbicara oh.. mungkinkah ini rasa? saat kutak tau lagi kemana menolak setiap hati berkata hanya sadar yang mencoba

Karena Sajak

aku mencintai sajak dengan sajak aku bisa melupakanmu melupakan janji yang dulu pernah kau ucapkan padaku menghibur kala mengingatmu mengalihkan kala ku rindu dengan sajak aku bisa bercerita menuliskan kata tentang kisah bersamamu melampirkan foto kenangan kala itu membawanya dalam nyanyian syahdu dengan sajak aku mampu berbicara mencoba bangkit dari sakit yang kau buat menghilangkan sesak yang akut dalam dada menandakan kasih sang remaja

Masih kamu

taukah kamu saat aku mencoba untuk tersenyum di depanmu kala itu aku menahan rasa yang entah sampai kapan aku bisa menahannya perasaan tak biasa yang aku tak tau sejak kapan datangnya bahkan ketika waktu itu kamu bercerita tentangnya aku tak gentar tuk tetap mempertahankan ini bukan tentang cinta ini tentang hati yang terluka ini tentang sebuah mimpi yang sampai kini berusaha kuwujudkan

Entah mengapa aku takut?

Belum lama aku mengenalmu. Pria baik yang selalu membantuku. Menemani setiap lelahku. Selalu peduli bahkan setiap hariku. Itulah hal menakutkan bagiku. Kutakut salah arti. Karena kamu tak sendiri. Berhentilah teman. Aku tak ingin terjebak di sana. Menghancurkan gerbang yang telah kokoh. Tempat terindahmu bersamanya sejak dulu.  Biarkan aku seperti ini. Bebas bagai burung di sana. Hentikan semuanya. Bersikaplah seperti biasa. Aku benar-benar tak ingin jatuh. Jatuh dalam setiap dimensimu.  Maafkan aku yang berusaha menghindarimu. Mencoba tak memperhatikanmu walau sedetik. Aku ingin melepaskan diri. Karena kutakut dengan sikapmu. Bahkan sekarang aku tak berani menatap matamu. 

Pendusta Mengungkap

dan saat kebosanan mengutuk para pendusta ijinkan aku tuk berterus terang dalam gelapnya dunia kuarungi samudranya dan saat aku melihat samarnya matamu aku melambat memupus semua kejadian menepis semua khayal dan saat itu pula kuungkapkan kan kusampaikan semua yang kurasa tentang kasih fana, tentang kisah drama, tentang keajaiban yang kuharap   lalu kuhunuskan penyesalan dalam setiap malam  kenapa aku bisa terjebak oleh sosokmu yang kelam? 

Mencoba Terlepas

Taukah kamu saat aku sendiri dalam kesepianku? Aku ingat dirimu. Taukah kamu saat aku terpuruk dalam gelisah?  Aku ingat dirimu. Dan taukah kamu apa yang bisa membuatku bahagia?  Itu karena dirimu.  Bahkan ketika aku terjatuh, lalu tak tau harus berdiri mulai dari mana? Uluran tanganmu yang selalu kunantikan. Saat di mana aku tersandung dan terluka? Hanya dirimu obat perihnya.      Entah berapa kali aku mengelak untuk tidak memikirkanmu. Aku berusaha untuk tidak mengingatmu. Mencoba ingin cepat melupakanmu. Tapi kugagal.  Dan saat pagi yang dingin menemaniku. Kutuliskah keluhku, kuciptakan cerita lalu. Dan berharap terbaca olehmu.        

Perasaan? Hati?

Saat di mana kamu menyimpan rasa pada seseorang, namun kamu tak mampu mengungkapkannya. Karena sebuah hubungan persahabatan yang telah terjalin lama antara kalian. Bahkan kini sahabatmu sendiri adalah pemiliknya. Entah apa yang saat itu kamu rasakan saat pertama kali mendengar kabar mengejutkan itu. Apakah kamu akan membenci sahabatmu? Ataukah kamu mengutuk diri sendiri karena mencintai kekasih sahabat sendiri? Semua pilihan itu adalah salah. Kamu tidak perlu membenci sahabat bahkan dirimu sendiri. Karena perasaan itu tak pernah salah, hanya saja tepat atau tidaknya suatu perasaan datang yang tidak benar. Mungkin sekarang kamu akan membayangkan, apa yang terjadi jika sejak dulu kamu menyatakan perasaanmu? apakah semua akan berbeda? Ya. Tentu. Tapi bukan berarti akan sesuai dengan yang kamu inginkan.  Andai saja kamu bisa memanipulasi hidupmu, menciptakan cerita sesuai keinginanmu. Mungkin kamu benar-benar manusia egois. Bersyukurlah, bahwa kemampuan itu adalah hal yang musta...

Mimpi

  Ia adalah ilustrasi. Pertemuan fana dan nyata. Pembawa pengharapan bagi pelakunya. Bahkan membawa trauma berkepanjangan. Mimpi adalah bunga tidur, ya, benar. Karena ia memberikan warna saat kita menutup mata. Ia membawa kita pergi ke tempat yang pernah kita lewati, bahkan ke tempat yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Ia memancarkan gelombang nyenyak. Mempertemukan insan dalam alam bawah sadar. Menciptakan cerita kala semua jiwa lelah. Berjalan bak skenario kehidupan. Merintis satu demi satu kenangan. Tapi sayangnya, tak semua bisa menjadi nyata.

Kopi

cairan hitam pekat perpaduan antara manis pahit menghindarkan mata terpejam teman kala kesepian pelipur kala kekosongan dan sahabat untuk berbagi cerita