Fra (Sebuah Catatan)
Dinding rumahku lembab, pecah-pecah, dan sepertinya minta dicat ulang. Dulu warnanya biru muda, sekarang sudah pudar jadi abu-abu. Ya, abu-abu. Seperti dirimu yang kini entah seperti apa keadaannya. Yang ingin kutemui walau hanya di sela-sela mimpi, yang ingin kutemui walau sebatas gambaran kenangan masa lalu. Aku tidak suka abu-abu, aku lebih suka merah jambu atau cokelat madu. Tapi kamu tidak begitu, aku jadi bingung sebenarnya suka kamu atau sekedar mengagumi senyummu. Tepat sore itu, ketika senja tak kelihatan batang hidungnya, karena mendung lebih dulu berpesta, aku duduk di jok belakang sepeda motormu. Menggenggam erat kemeja kotak-kotak warna abu-abu yang kamu kenakan tanpa jaket kesukaanmu, karena jaketnya sudah membalut tubuhku, mengamankan gaun biru mudaku. Sedang hujan deras. Kita kebasahan, dan kamu keras kepala tidak ingin berteduh sebentar. Padahal sebenarnya aku sedikit lapar. Katamu, “aku suka bersamamu saat hujan, dengan begitu aku tidak takut lagi kenanga...