Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Kotak Surat

Sepucuk surat terkirim sore itu, aku titipkan pada burung camar yang melintas di langit dekat jendelaku. Aku harap suratnya sampai ke kamu, soalnya isinya penuh rindu. Tadinya aku mau titipkan ke tukang pos yang setiap pagi lewat di jalanan depan rumahku, tapi aku malu soalnya tukang posnya kenalan ayahku. Kamu tahu kan aku ini pemalu, sampai aku malu memikirkan wajahmu ketika tik-tok jam berbunyi di meja belajarku. Aku takut ia mengadu pada ibu, karena ibu suka sekali mengejekku.  Surat itu aku tulis dini hari tadi. Aku tulis semua kata yang mampir di kepalaku ketika merindukanmu, tak ada yang aku lewatkan bahkan satu katapun. Jadi, saat kamu membaca dan kalimatnya terlalu mengada-ngada jangan ditertawakan, karena aku malu. Pukul setengah lima tadi aku sudah sampai pada paragraf kedua, tidak butuh waktu lama untukku menyelesaikan paragraf pertama karena isinya hanya tentang menanyakan kabarmu di kota yang jauh di sana. Yang ini agak susah, karena aku harus menceritakan padamu ap...