Kamis, 30 Juni 2022

Bicara tentang Hujan

Langit sedang mendung, mungkin sebentar lagi turun hujan. Lebat nggak ya kira-kira? Atau cuma gerimis aja? Kira-kira dua pertanyaan itu yang berkali-kali muncul di kepalaku. Padahal aku sedang tidak di luar, dan juga tidak ada jemuran. Tapi membayangkan bagaimana nanti hujan menunjukkan wujudnya, selalu membuatku bersemangat. Hujan adalah fenomena yang menyenangkan, walaupun sebenarnya aku benci kebasahan dan kedinginan. 

Menikmati hujan dari balik jendela, atau dari sisi lain yang tidak basah sudah menjadi salah satu hobiku sejak lama. Apalagi ditambah pemandangan bocah-bocah yang berlarian di tengah hujan sembari terdengar sayup-sayup teriakan ibunya dari dalam rumah. Damai. Hangat. Membahagiakan.

Ya, jadi begitulah hujan kataku.

Sabtu, 26 Februari 2022

Aku Heran karena Mencintaimu

Terkadang melihat melihat senyummu juga menjadikan luka, entah karena aku terlalu egois atau karena alasan klasik karena takut kehilanganmu. Bagaimana bisa aku hanya menginginkan senyummu tertuju padaku, tanpa boleh kau berikan pada orang lain termasuk teman-temanmu. Aku sangat sadar bahwa apa yang aku lakukan itu salah, dan memang tidak seharusnya ada dalam hubungan kita. Tapi, aku masih tidak terima jika senyum manismu juga dinikmati oleh mata selain mataku. Tapi tenang, aku akan mengurangi sedikit egoku. Asalkan, kamu harus janji untuk tidak sembarangan tersenyum pada orang lain, kalau tidak sengaja dan memang harus baru tidak apa-apa.

Kadang kala ketika mengingat saat pertama kali berbagi cerita denganmu, membicarakan hal-hal yang tentu saja sejak awal tidak terlihat di matamu. Topik obrolan yang tentu saja tidak sesuai dengan raut wajahmu. Ternyata memang benar, jangan pernah menilai orang dari luarnya saja. Itu berlaku juga padamu, yang terlihat begitu dingin di luar tetapi sebenarnya kamu menyembunyikan kehangatan yang mungkin banyak orang yang tidak menyadainya. 

Entah berapa kalipun kupikirkan. Aku masih tetap heran, bagaimana aku sebegitu mencintaimu dengan gilanya, hingga hari ini. 

Senin, 21 Februari 2022

Aku Juga Sama

Kebahagianmu adalah nomor satu, bagaimanapun juga aku telah berjanji pada langit untuk menjagamu dengan baik. Bahkan ketika kamu lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-temanmu dari pada denganku. Karena dengan melihatmu bahagia, aku masih punya alasan untuk tersenyum juga. Ketika kamu sedang tidak baik-baik saja, aku mencoba membiarkanmu bersenang-senang, walaupun aku tau senang bagimu tidak cukup hanya denganku. Maka aku, kembali melepasmu bersama teman-temanmu.

Namun kali ini aku tidak perlu banyak berkorban, karena hari ini sepertinya aku yang tidak baik-baik saja. Tapi, lagi-lagi kamu yang uring-uringan meributkan sesuatu yang harusnya tidak cocok menjadi alasan untuk pertengkaran ini. Alhasil aku kembali melepasmu bersenang-seneng brsama teman-temanmu, padahal di sini aku juga sedang tidak baik-baik saja. 

Untuk Fra, Sekali Lagi

Sudah lama aku berjanji tak akan menulis tentangmu lagi, tapi setiap kali hujan jatuh di awal Oktober, namamu selalu lolos dari ingatanku ya...