Rabu, 07 Maret 2018

DDMS part 2


hampir 24 jam aku habiskan waktu bersamamu
bercanda tawa dan berbagi cerita
kamu bagaikan pelita yang menerangi dalam gelap malamku
kamu bagaikan angin yang menyejukkan nuraniku
aku bahkan tak sampai hati untuk membohongimu
aku mencintaimu. sungguh
tapi aku tak berani mengatakan padamu
dalam setiap detik yang kulalui bersamamu
membangun banyak pengkhianatan

banyak kebohongan datang silih berganti
hanya karena hatiku mulai goyah karena ulahmu
berkali-kali sudah aku maki diri ini
mencari celah untuk lari darimu
membuang semua pikirku tentangmu
menepis semua rasa rindu saat aku tak bersamamu

aku selalu takut menatap matamu
kamu yang paling tau tentangku
karena diam-diam mencintai sahabat sangat menyakitkan

DDMS


Diam-diam mencintai sahabat sendiri lebih menyakitkan dari diam-diam mencintai orang lain. Kita yang tak pernah saling menyembunyikan. Kita yang selalu jujur apa adanya. Kini terpaksa aku harus berbohong padamu. Wahai sahabat terkasihku. Aku mencintaimu walaupun aku tau seharusnya tidak aku lakukan. Entah, sudah berapa lama aku mencoba menepis semua perasaanku padamu. Mencoba menyadarkan diri bahwa aku dan kamu hanyalah sahabat. Tak lebih dan harusnya tak boleh lebih dari itu. 

Sangat sulit menyembunyikan semua yang aku rasa. Karena kamu adalah orang yang paling mengertiku. Harus bagaimana lagi aku menyembunyikan perasaanku agar tak terlihat di matamu. Aku bersembunyi bukan karena aku tak punya waktu. Aku sangat punya waktu untuk mengungkapkan semua padamu. Semua perasaan yang selama ini ku pendam. Tapi aku takut, aku takut kamu pergi. 

Aku takut kamu berubah karena pengakuanku. Tapi aku juga takut mengkhianatimu karena kebohongan yang ku lakukan. Ini sungguh membingungkan, sakit tapi aku harus berpura-pura baik-baik saja. 

Untuk Fra, Sekali Lagi

Sudah lama aku berjanji tak akan menulis tentangmu lagi, tapi setiap kali hujan jatuh di awal Oktober, namamu selalu lolos dari ingatanku ya...