Rabu, 04 September 2019

Senja Selalu Jadi Topik Utama


hari ini aku akan berbicara tentang senja. 
pewarna langit sore ketika menyambut rembulan datang.
semua tau bahwa senja identik dengan matahari terbenam di sebelah barat yang sering digunakan para pengkhayal untuk menciptakan kisah menyedihkan seperti perpisahan. 

tapi, senja tak melulu menyedihkan,
bagi sebagian orang senja bisa menjadi obat untuk menghilangkan penat yang membebani kepalanya semenjak fajar menyapa. 




Minggu, 16 Juni 2019

Sedikit Lagi


Katanya yang terpenting adalah "yakin", tapi sebesar apapun meyakinkan diri sendiri masih saja ada perasaan takut yang menyelimuti. Apalagi setelah melihat orang-orang mulai berjalan mendahuluimu. Dan sekarang, kamu sedang berapa pada sebuah persimpangan antara bertahan atau menghentikan. Satu pilihanmu menentukan jalan ke depanmu. 

Ketika kamu mengulang, belum tentu yang kamu dapatkan adalah yang kamu inginkan. Bisa saja kamu hanya mengulangi kesalahan, bukan mencoba mencari penyebab kesalahan itu muncul. 

Jadi, bagaimana jika bertahan? Apakah akan menjadikanmu berhasil?

Tentu bukan perkara mudah untuk mencapai kesuksesan. Orang bilang kerja keras akan membuahkan hasil. Benar. Tapi kamu harus mampu bertahan. 

Halang rintang tak akan mampu menggoyahkanmu jika kamu bisa menjadi kuat. Maka mulai sekarang kuatkan dirimu, bertahanlah sebentar lagi, jangan menyerah sekalipun kamu sudah tidak sanggup. Karena cerahnya mentari, akan lebih istimewa jika kamu rasakan setelah badai menerjang.


Sabtu, 27 April 2019

Hakikat Cinta

"Karena kau buktikan untukku, satu kisah tentang kita yang teramat indah 'tuk terlupa. Sempurna bukan milik kita, namun kau selalu ada untukku lengkapi hidupku dengan indah"


Lirik lagu Hakikat Cinta milik band Ungu menemani pagiku. Beberapa liriknya menyadarkanku bahwa aku tak harus banyak menuntut dirimu begitu pula dirimu yang juga tak harus menuntutku. Karena kutahu kesempurnaan bukan milik kita, jadi aku tak ingin lagi berusaha menjadi sempurna di depanmu. Sekeras apapaun kita mencoba sempurna, justru tak akan menjadi sempurna sekalipun.

Kini aku hanya ingin terus bersamamu, menikmati kisah kita yang selalu kuharapkan bahagia.

Masa Lalu atau Masa Depan

Jika aku bertanya kepadamu mana yang lebih menyakitkan antara masa lalu dan masa depan? Apa jawaban yang kau berikan? Banyak dari kalian pasti menjawab masa lalu, tapi tidak bagiku.


Hal yang lebih menyakitkan dari apapun adalah masa depan. Kenapa? Karena kita belum tahu apa yang terjadi di sana. Memang, masa lalu sangat menyakitkan tapi kita tahu apa yang kita lakukan saat itu dan bisa kita perbaiki di masa selanjutnya. Beda halnya dengan masa depan, kita hanya mampu menerka-nerka kejadian apa yang akan menghampiri kita. 

Jadi, masihkan masa lalu menyakitkan? Pikirkan kembali kawan.

Senin, 18 Februari 2019

Bicara Tentang Hujan

Semua tau tentang hujan. Tentang rintik air yang jatuh dari langit, tentang air yang membasahi bumi, dan tentang kenangan yang ikut hanyut terbawa. Semua paham kalau hujan itu kesedihan. Mengobrak-abrik luka yang lama terpendam. Mencari setiap inci kehidupan yang bahagia. Tapi setiap alirnya, hanya ada duka dan kesedihan. 

Orang bilang hujan adalah anugerah. Memang benar, tapi sebagian orang tak pernah melihat sisi bahagia dari hujan. 

Di samping keping-keping ingatan yang berjejer acak memenuhi rongga pikiran, hujan selalu menyenangkan. Aroma yang dihasilkan begitu menenangkan, bahkan hadirnya pun selalu dinantikan. 


Hujan. Ia pembawa kehidupan, obat tidur yang paling tidak berbahaya, kesegaran alami tanpa batas, dan sisa-sisa mendungnya ketika disambut mentari akan mencipta pelangi. Yang sering mereka sebut akhir sebuah cerita bahagia. 

Jadi, di manakah letak hujan di hatimu? Apakah luka? ataukah suka? Kalau aku tak pernah mempermasalahkannya. Karena hujan bagiku adalah luka dan suka. Karena jika mereka berdua saling mengisi, maka akan ada keajaiban rasa yang sejati. 

Tapi, jangan pernah bilang aku menyukai hujan, ataupun membenci hujan. Karena ketika ia datang aku tak pernah berguyur dengannya, tapi aku juga selalu menantikannya. Entah, bagiku hujan itu menenangkan. Entah dari dekat atau jauh aku melihatnya. Hanya melihat, tanpa mau berjabat dengannya. Begitulah hujan di hatiku.

Untuk Fra, Sekali Lagi

Sudah lama aku berjanji tak akan menulis tentangmu lagi, tapi setiap kali hujan jatuh di awal Oktober, namamu selalu lolos dari ingatanku ya...