Kamis, 15 Oktober 2020

Asing

Apa kamu masih ingat?
di pinggir jalan,
di depan gang,
di bawah rembulan malam,
kita bersama.

Berbincang tentang banyak hal,
mengutuk kebosanan yang telah kurang ajar
bertamu ke hatimu.

Bukankah tawa malam itu terasa sangat nyata?
bahkan serangga malam takut keluar
mengganggu kebahagiaan kita

Tapi, secepat itukah
aku menjadi asing
di matamu?


Hanya Ingin Nyata

Aku pernah mendengar dari seorang kawan
tentang alasanmu memilih dia.
Aku tersenyum,
aku sadar bahwa dia memang yang terbaik untukmu.

Aku tahu,
Tuhan tak pernah salah mewujudkan inginmu.

Jika dia sudah sesuai dengan doa-doamu.
Bukankah tak perlu lagi merasa takut?
Kenapa kamu masih takut denganku?

Aku tak lagi ingin hatimu,
harusnya kamu tahu itu.

Aku hanya inginkan ada,
aku hanya ingin terlihat nyata di depanmu.
Bukan seperti hantu yang kau lewati begitu saja.

Dengan begitu aku semakin sulit melepasmu,
karena semakin tinggi pula harapku terlihat olehmu.

Jadi, masih salahkah aku jika begini?
Aku tahu, kamu tak akan mau menjawabnya.

Untuk Fra, Sekali Lagi

Sudah lama aku berjanji tak akan menulis tentangmu lagi, tapi setiap kali hujan jatuh di awal Oktober, namamu selalu lolos dari ingatanku ya...