Kamis, 28 Desember 2017

Ini Aku


aku memang bukan manusia berambisi
aku bukan pula pengejar reputasi
aku hanya sebuah ilusi
manusia sederhana pengejar mimpi
berulang kali kau temukan sebagai penari
mencoba meraih hati yang enggan kemari

dalam setiap isi
kuakan terus mendaki
tuk buktikan bahwa rasaku sejati

Ending


dalam balutan senja sore itu
kau buatku tertegun oleh tatapmu
hingga ku tak ingin menghentikanmu
tuk tetap tenang berada di sampingku

begitu sunyi kala itu
hanya debar jantung yang terus beradu
apakah cinta telah bertamu?
pada dua hati yang akhirnya bersatu

Note


kumulai perjalanan dari sampul bukuku
tersusun rapi kalimat tentangmu
kutulis segala kisahku
yang pasti terselip dirimu

lembar per lembar saling menyatu
saat kamu berdiri di depan pintu
menjabat lembut tanganku
tersebut pertama kali namamu

kupanggil kau biru
pemburu senyum masa lalu
lambat laun menyerap abu
dan melebur satu
menjadi catatan kesukaanku

Monokrom


saat ku berjalan di ruang tanpa warna
melata dan tak tau arah
kanan kiri hanya hitam dan putih
monokrom.

tak ada sekat,
tak ada ujung,
tak ada pula jalan keluar.

kuhanya percaya intuisi
berjalan dan terus berjalan
kupandang terus ke depan
hanya tuk mencari satu benda
sebuah hati.

yang tak tau apakah ku akan bertemu
tapi ku terus mengalir
seperti air sungai
yang tak pernah tau kapan sampai
hingga suatu saat kuberhenti

bukan menyerah
tapi karena lelah

Jatuh Cinta


cinta itu tak tau kapan datangnya
seperti apa kata pujangga
yang sering didengar banyak orang

rasa itu muncul tak seperti tamu
ia bagaikan pencuri
ia bagaikan perampok

yang tak pernah ijin tuk mengambil
bukan harta bukan benda
ia hanya mengambil hati
sebuah benda pengendali segala

jika ia berhasil membawanya pergi
kau akan mati
mati karena jatuh yang indah
mereka biasa menyebutnya jatuh cinta

Minggu, 10 Desember 2017

Bukan Tentang Kamu


bukan kamu yang membuatku  takut
saat aku menyadari kau tak lagi disisiku
ketika hatimu telah terisi hal baru
dan saat bayangku tak lagi padamu

bukan kamu yang membuatku tersipu
saat tangan lembut mendekap wajahku
ketika jemarimu membelai pipiku
dan saat usapan hangatmu menggetarkanku

bukan kamu yang membuatku menangis
saat di lenganmu terselip tangan lain
ketika matamu menatap lembut sosok lain
dan saat aku hanya bisa melihat dari kejauhan

bukan kamu yang membuatku tertawa
saat leluconmu terlontar kala itu
ketika tawa lepasmu terdengar bahagia
dan saat aku dan kamu tertawa bersama

inikah aku dan itukah dia?

kini ku terjebak di sana
sendiri penuh bimbang
menanti penuh dilema

Untuk Fra, Sekali Lagi

Sudah lama aku berjanji tak akan menulis tentangmu lagi, tapi setiap kali hujan jatuh di awal Oktober, namamu selalu lolos dari ingatanku ya...