Sabtu, 10 Februari 2018

Cinta Bayangan

Diantara kalian pasti pernah merasakan cinta pada orang yang kalian tidak  tahu apakah ia juga mencintaimu. Biasanya  orang menyebutnya cinta dalam diam, yang membuat sang pelaku berperan sebagai penggemar rahasia. Kini aku menyebutnya cinta pada bayangan, kalian pasti tahu bagaimana wujud bayangan. Ia tidak akan pernah menyatu dengan kita. Begitulah cinta yang akan ku ceritakan kali ini. Mencintai seseorang yang bahkan tidak bisa kau sentuh wujudnya. Bukan karena kita berbeda alam, tapi karena ia bukanlah milikmu lagi. Sebuah cinta terlarang yang dapat menyebabkan pihak lain tersakiti hanya karena sebuah pengakuan. Memang sangat sakit mempertahankan perasaan yang kita tahu dengan baik tak akan pernah bisa terbalaskan. Tapi mengalah adalah yang lebih baik, karena hanya kamu yang tersakiti tanpa perlu orang lain juga merasakan. Terutama orang yang sangat kamu cintai. 



Cinta Bayangan

malam ini aku merindukanmu
walau tak pernah sekalipun kau tahu
bersama air mata yang hadir di mimpiku
kuhapus segera kala ingat takdirku

bagaikan purnama yang sedang merindu
menanti mentari tuk bisa bertemu
walaupun  harap tak sekalipun hentikanku
kumasih duduk termenung dalam sendu

menatap rekam bahagia sosokmu
yang tertawa bersama teman baikku
bergandeng tangan seolah menyatu
saling membisikkan  cinta di depanku

akulah sang aktor kala itu
berpura-pura tersenyum melihatmu
padahal aku tahu aku terluka olehmu
akulah orang yang ingin terlihat tegar selalu 

menatap dengan tawa membisu
berkata seolah aku bahagia melihatmu
dan berusaha untuk menata hatiku
tuk menyadari kau bukan milikku





Jumat, 09 Februari 2018

Kubiarkan Ia Tergores

Kadang kala dunia ini begitu menakutkan. Ketika sebagian orang tak pernah mengerti akan sesama. Mereka diciptakan dalam wujud sama, tak ada sedikitpun perbedaan. Tapi entah, banyak yang memilih untuk berada pada kelompok-kelompok tertentu. Mungkin baik jika kamu berada pada kelompok manusia yang saling peduli. Tapi bagaimana jika ada seseorang yang tak bisa diterima dikelompok manapun. Betapa sangat kesepiannya dia, hanya berteman kesendirian dan bercerita hanya pada tangisan. Betapa sangat jahatnya mereka-mereka yang membiarkan seseorang tak memiliki teman, hanya karena mereka berbeda. Entah mengapa mereka bisa mengetahui arti perbedaan, jika kita semua sebenarnya sama. Lalu apa yang memicu munculnya sebuah perbedaan? Ya. Itu hanya persepsi dari manusia sendiri. Kadang kala seseorang yang memiliki hobi dan kesukaan akan hal yang sama akan membentuk sebuah kelompok. Dan apabila ada seseorang yang hobi maupun kesukaan mereka bertentangan, maka tidak akan bisa masuk kelompok mereka. Tidak adil memang. Tapi itu realita.


Namun dari banyaknya kelompok yang memperhatikan kriteria-kriteria khusus yang mampu membuat seseorang menjadi salah satu anggota. Ada pula kelompok-kelompok lain yang mau menerima segala macam manusia dalam kelompoknya. Entah mereka memiliki banyak perbedaan, seperti hobi, kesukaan, bahkan kepercayaan. Walaupun jumlahnya yang tidak sebesar kelompok-kelompok lainnya, tapi mereka sangat perlu untuk diperhatikan. Patut untuk dicontoh, karena sebuah sikap toleransi jaman sekarang sulit sekali ditemukan. Hanya masalah sepele, banyak kericuhan dimana-mana yang disertai pula adanya kekerasan yang memakan nyawa. Kenapa begitu gampangnya menghilangkan nyawa seseorang hanya karena kita menganggapnya berbeda? Padahal kita sama-sama diciptakan, bukan seorang pencipta. 

Kamis, 08 Februari 2018

Seruput Kisah Secangkir Kopi


ketika secangkir kopi mampu menyumbang kata dalam cerita
mungkin pahitnya tak lagi terasa
hanya serpihan indah mampu mengusir dahaga
dalam gelapnya malam yang perpenjara dinginnya rindu
dia pun berbicara

di sela seruput hangatnya
dan dengan hembus nafas yang terpatah-patah
dia kembali bergumam
menyebut nama seseorang,

bukan yang biasa mereka dengar
ini tentang pengalaman seorang penggemar
dengan senjata bisu tanpa peluru
membidik dengan diam, hanya berbekal keyakinan
tapi dia tak pernah memaksa

karena hanya dengan bersama, dia bahagia

Untuk Fra, Sekali Lagi

Sudah lama aku berjanji tak akan menulis tentangmu lagi, tapi setiap kali hujan jatuh di awal Oktober, namamu selalu lolos dari ingatanku ya...