aku mengingatmu malam ini
entah mengapa aku merasa sepi
saat dahan gugur di musim semi
kala malam tak sedingin pagi tadi
buai kasih rembulan bak penyihir
lolongan anjing pada rimba menjerit
teringat pada satu nama terintis
kumerenung mendekap hati ini
dan kumulai menjauh sejauh mungkin
berlalu dan tak ingin melamun
kuhentak tanah tempatku berpijak
mencoba menelan senyap di tubuh
alangkah indah ketika itu
memori melesat bak bintang jatuh
membuka lembar demi lembar kertas usang
memancing diri melukis warna
goresan patah tak bermakna
hanya terlihat tapi tak terbaca
membentuk adegan dalam dilema
melampirkan cerita bak nirwana
lalu kumemandang ke belakang
barisan sosok yang lama ku kenal
ada satu yang terfokus di sana
apakah itu dirimu?
kuberjalan perlahan menujumu
rasa tak asing merasuk tubuhku
kugenggam erat kenangan kisah lalu
kala aku mengingatmu malam itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar