Kamis, 19 Oktober 2017

Cinta Pertama


ketika perasaan yang belum pernah ia rasakan
 mulai mengganggu setiap hembus napasnya

  dan sesuatu yang indah pun menghampirinya
 hingga menciptakan kebahagiaan yang tiada batas 

namun itu hanya sesaat, karena cinta pertama
sempat hilang dari pandangan

Minggu, 15 Oktober 2017

Tentang Kamu


kamu..
sosok nyata yang dulu pernah ada
senyum manis menjadi teman rindu
kata lembut yang meluluhkanku

kamu..
sumber rasa yang kini membunuhku
kekuatan dalam yang memutus kasihku

kamu..
sahabat yang mampu robohkan hatiku
sahabat yang membuatku jatuh selalu

kamu..
orang yang membuatku berbohong padaku
sihirmu membuatku terjebak candu
alunan melodimu membuatku tak bisa berlalu

Puzzle


jatuh cinta itu kayak puzzle,
kamu akan menggabungkan
setiap kepingan kecil bersamanya.
yang nantinya
akan kamu jadikan kisah utuh

tapi ketika salah satu kepingan puzzle itu hilang,
kamu akan merasa sakit.

karena kisah yang telah kamu ciptakan,
ternyata tak sesuai harapan.

Jumat, 13 Oktober 2017

Lembar Tentangmu


Saat ini aku ingin mengingatmu. Mulai pertama aku mengenalmu hingga sekarang ketika aku mulai menanti pesanmu. Aku membuka lembar pertama, hari di mana aku melihatmu sebagai pria dingin yang tidak peduli apapun. Kamu membuatku penasaran waktu itu. Aku hanya memperhatikanmu saat waktu mempertemukan kita.

Dan tanpa kusangka, setelah berjalannya hari. Kita ada di ruang yang sama. Aku duduk diam di depanmu. Aku mendengar tawamu bersama teman-temanmu. Aku seperti merasakan es yang cair kala itu. Sungguh, aku tak pernah menyangka kamu sehangat itu. Lalu aku membuka lembar demi lembar hariku. Tiba lah saat pertama kali kita bertegur sapa. Sangat canggung. Dan itupun ketika kamu bertanya tentang tugas. 

Lalu kubuka lagi lembar selanjutnya. Di situ bagian yang sangat ingin selalu kuingat. Karena saat itu kita semakin dekat, dan bahkan bukan hanya tegur sapa, tapi kita saling bercanda. Entah, melihat tawa lepasmu membuatku bahagia.

Dan aku bisa menjadi diriku saat bersamamu. Kita tak lagi berbohong dengan sikap, kita kini teman dekat. Ingat saat kau menggodaku, dan aku seperti bocah menanggapimu. Lalu kita tertawa lepas bersama. Aku tak tau kenapa hariku selalu bahagia. Apakah itu karenamu? Karena kamu selalu menciptakan tawa dalam hariku.

Dan lembar selanjutnya, lembar di mana aku mulai berprasangka. Aku mulai berani berharap. Hingga saat ini aku masih menyadarkan diri, bahwa apa yang kurasakan tidak semestinya ada. Maka haruskah kuakhiri cerita ini? 

Maka Aku


maka aku kan memintamu
tanpa paksa ingin bertemu
ketika mendung menyapa hatiku
dalam gelap kumenantimu

bagai hari tanpa mentari
rasa ini sepat tak bersari
kumenghilang bak ironi
lalu hancur di hempas merpati

maka aku kan memintamu
duduk diam dalam dekatku
rasa takut selubung jiwaku
tak ingin lagi mencarimu

ijinkan aku menapak kembali
setelah terbang dari bumi
lemparkan saja ulur jemari
agar kupergi dari sini

maka aku kan memintamu
bersama seluruh anganku
jadilah penghias hidupku

Senin, 09 Oktober 2017

Semestinya


saat aku melihat tatapanmu
gejolak rasa memaksa beradu
sampaikan salam pada kelabu
membawa sesal sang lalu

hati insan kini kelabu
bagaikan api memakan abu
kala rindu datang padaku
seperti palu tancapkan paku

dan kumasih membisu
tak percaya kala denganmu
seakan titipkan hati piluku
akankah kamu mau?

inilah rasa yang syahdu
bercahaya menyebut namamu
seakan ingin meminta hatimu
tuk bersandar dekat padaku

Melawan Rasa



dan ku terpesona seketika
oleh tatapan dari dirinya
mengadu rasa seperti gelora
tak mampu bertahan semestinya

melamban bak melodi dilema
menumpuk bahkan dalam senja
melarikan hati kala terpenjara
seperti rubah tak bersuara

akulah pemilik hati manusia
tumbuh sendiri seperti benda
menjatuhkan hati pada dirinya
berpegang erat pada semesta

akankah ada rasa?
bahkan ketika dirinya tiada
masih tersisa tatap matanya
kala malam sedang berbicara

oh.. mungkinkah ini rasa?
saat kutak tau lagi kemana
menolak setiap hati berkata
hanya sadar yang mencoba

Minggu, 08 Oktober 2017

Karena Sajak


aku mencintai sajak

dengan sajak aku bisa melupakanmu
melupakan janji yang dulu pernah kau ucapkan padaku
menghibur kala mengingatmu
mengalihkan kala ku rindu

dengan sajak aku bisa bercerita
menuliskan kata tentang kisah bersamamu
melampirkan foto kenangan kala itu
membawanya dalam nyanyian syahdu

dengan sajak aku mampu berbicara
mencoba bangkit dari sakit yang kau buat
menghilangkan sesak yang akut dalam dada
menandakan kasih sang remaja

Masih kamu


taukah kamu
saat aku mencoba untuk tersenyum di depanmu kala itu
aku menahan rasa
yang entah sampai kapan aku bisa menahannya

perasaan tak biasa
yang aku tak tau sejak kapan datangnya

bahkan ketika waktu itu kamu bercerita tentangnya
aku tak gentar tuk tetap mempertahankan

ini bukan tentang cinta
ini tentang hati yang terluka
ini tentang sebuah mimpi

yang sampai kini berusaha kuwujudkan

Kamis, 05 Oktober 2017

Entah mengapa aku takut?


Belum lama aku mengenalmu. Pria baik yang selalu membantuku. Menemani setiap lelahku. Selalu peduli bahkan setiap hariku. Itulah hal menakutkan bagiku. Kutakut salah arti. Karena kamu tak sendiri.

Berhentilah teman. Aku tak ingin terjebak di sana. Menghancurkan gerbang yang telah kokoh. Tempat terindahmu bersamanya sejak dulu. 

Biarkan aku seperti ini. Bebas bagai burung di sana. Hentikan semuanya. Bersikaplah seperti biasa. Aku benar-benar tak ingin jatuh. Jatuh dalam setiap dimensimu. 

Maafkan aku yang berusaha menghindarimu. Mencoba tak memperhatikanmu walau sedetik. Aku ingin melepaskan diri. Karena kutakut dengan sikapmu. Bahkan sekarang aku tak berani menatap matamu. 

Rabu, 04 Oktober 2017

Pendusta Mengungkap


dan saat kebosanan mengutuk para pendusta
ijinkan aku tuk berterus terang

dalam gelapnya dunia
kuarungi samudranya

dan saat aku melihat samarnya matamu
aku melambat
memupus semua kejadian
menepis semua khayal

dan saat itu pula kuungkapkan
kan kusampaikan semua yang kurasa

tentang kasih fana,
tentang kisah drama,
tentang keajaiban yang kuharap
 
lalu kuhunuskan penyesalan
dalam setiap malam 
kenapa aku bisa terjebak oleh sosokmu yang kelam? 

Selasa, 03 Oktober 2017

Mencoba Terlepas


Taukah kamu saat aku sendiri dalam kesepianku? Aku ingat dirimu. Taukah kamu saat aku terpuruk dalam gelisah?  Aku ingat dirimu. Dan taukah kamu apa yang bisa membuatku bahagia?  Itu karena dirimu. 

Bahkan ketika aku terjatuh, lalu tak tau harus berdiri mulai dari mana? Uluran tanganmu yang selalu kunantikan. Saat di mana aku tersandung dan terluka? Hanya dirimu obat perihnya. 
   
Entah berapa kali aku mengelak untuk tidak memikirkanmu. Aku berusaha untuk tidak mengingatmu. Mencoba ingin cepat melupakanmu. Tapi kugagal. 

Dan saat pagi yang dingin menemaniku. Kutuliskah keluhku, kuciptakan cerita lalu. Dan berharap terbaca olehmu. 
      

Perasaan? Hati?


Saat di mana kamu menyimpan rasa pada seseorang, namun kamu tak mampu mengungkapkannya. Karena sebuah hubungan persahabatan yang telah terjalin lama antara kalian. Bahkan kini sahabatmu sendiri adalah pemiliknya. Entah apa yang saat itu kamu rasakan saat pertama kali mendengar kabar mengejutkan itu.

Apakah kamu akan membenci sahabatmu? Ataukah kamu mengutuk diri sendiri karena mencintai kekasih sahabat sendiri? Semua pilihan itu adalah salah. Kamu tidak perlu membenci sahabat bahkan dirimu sendiri. Karena perasaan itu tak pernah salah, hanya saja tepat atau tidaknya suatu perasaan datang yang tidak benar. Mungkin sekarang kamu akan membayangkan, apa yang terjadi jika sejak dulu kamu menyatakan perasaanmu? apakah semua akan berbeda? Ya. Tentu. Tapi bukan berarti akan sesuai dengan yang kamu inginkan. 

Andai saja kamu bisa memanipulasi hidupmu, menciptakan cerita sesuai keinginanmu. Mungkin kamu benar-benar manusia egois. Bersyukurlah, bahwa kemampuan itu adalah hal yang mustahil. Skenario yang terjadi di dunia ini telah diatur sedemikian rupa. Tentang siapa orang yang pantas kamu cintai, dan siapakah sosok itu? Kamu akan temui jawabannya, kala waktunya tiba. Lalu bagaimana dengan kisah pahit yang terjadi sekarang? Ketika perasaan hanya tertuju pada satu orang yang telah mencintai orang lain.

Sakit memang, tapi apakah kita akan kalah dengan hati? Hati memang pusat dari segala keinginan diri. Sesuatu yang sesuai dengan diri diciptakan dari hati. Cerita suka duka terwujud karena hati. Tapi hati juga penyebab sakitnya diri, penyebab lemahnya jiwa, bahkan pemicu hilangnya semangat hidup. Kala ia lemah, keinginan untuk pergi dari dunia sangat besar. Maka kita tak boleh kalah dengan hati. Tapi jangan juga berperang dengan hati. Karena itu lebih berbahaya dari mati. 

Mimpi

 
Ia adalah ilustrasi. Pertemuan fana dan nyata. Pembawa pengharapan bagi pelakunya. Bahkan membawa trauma berkepanjangan. Mimpi adalah bunga tidur, ya, benar. Karena ia memberikan warna saat kita menutup mata. Ia membawa kita pergi ke tempat yang pernah kita lewati, bahkan ke tempat yang belum pernah kita ketahui sebelumnya.

Ia memancarkan gelombang nyenyak. Mempertemukan insan dalam alam bawah sadar. Menciptakan cerita kala semua jiwa lelah. Berjalan bak skenario kehidupan. Merintis satu demi satu kenangan. Tapi sayangnya, tak semua bisa menjadi nyata.

Kopi


cairan hitam pekat
perpaduan antara manis pahit
menghindarkan mata terpejam
teman kala kesepian
pelipur kala kekosongan
dan sahabat untuk berbagi cerita




Untuk Fra, Sekali Lagi

Sudah lama aku berjanji tak akan menulis tentangmu lagi, tapi setiap kali hujan jatuh di awal Oktober, namamu selalu lolos dari ingatanku ya...